Sabtu, 16 Februari 2013


A.      Pengertian Tanah Longsor

Dalam kehidupan sehari – hari sering terjadi peristiwa – peristiwa
alam seperti banjir, gempa bumi dan tanah longsor. Disini saya akan
membahas tentang tanah longsor. Tanah longsor adalah perpindahan
material baik bebatuan maupun tanah karena disebabkan adanya
pergerakan dari dalam bumi. Tanah longsong sering terjadi di daerah
dataran tinggi seperti lereng – lereng gunung.  Hal ini disebabkan
karena tanahnya tidak rata.

B.      Gejala – Gejala Tanah Longsor

Sebelum terjadi tanah longsor biasanya timbul gejala – gejala seperti :

       Adanya retakan di sekitar lerengv

Biasanya sebelum terjadi  tanah longsor, tanah – tanah yang berada di
sekitar  mengalami keretakan. Lama kelamaan  retakan itu menjadi
semakin melebar. Jika sudah seperti ini, bisa dipastikan bahwa lonsor
akan segera terjadi.

       Biasanya terjadi setelah hujanv

Pada saat terjadi hujan tanah – tanah di sekitar mengalami pengikisan
dan pergerakan. Tanah – tanah itu menjadi semakin merenggang.
Akibatnya setelah hujan reda tanah itu akan longsor karena tidak bisa
lagi menahannya.

       Adanya air yang muncul dari dalam retakan tersebut.v

Jika tanah mengalami keretakan, pasti akan muncul sumber mata air baru

Lingkungan atupun kota yang bersih merupakan dambaan setiap orang. Tak hanya dambaan, tetapi juga nyaman untuk dijadikan tempat tinggal. Selain nyaman sebagai tempat tinggal, lingkungan yang bersih bias juga sebagai magnet bagi para wisatawan dari berbagai Negara. Banyak kota-kota di dunia yang tampak bersih sekaligus nyaman bagi penikmat wisata alam dan lainnya untuk berkunjung bukan hanya sekali namun berkali-kali karena kebersihannya yang selalu terjaga dari masa ke masa.

Inilah contoh-contoh kota terbersih di dunia: 
      1. Reykjavik, Islandia

Reykjavík adalah ibu kota Islandia. Kota ini memiliki penduduk sekitar 120.000 jiwa, atau sekitar setengah negara pulau ini. Saat ini, kota Reykjavik dijalankan sepenuhnya pada sistem go green, termasuk panas bumi dan pembangkit listrik tenaga air, sedangkan sistem transportasi di kota ini seluruhnya menggunakan hidrogen. Sangat mengesankan.
2.    Malmo, Sweden


Sungguh menakjubkan melihat kota ini, walaupun banyak penduduk di kota ini yang memiliki mobil pribadi, tetapi mereka justru menyukai go wes (bersepeda).sering  dijumpai orang bersepeda di berbagai sudut kota, gerakan go green dan car free day sangat sering diadakan di kota itu.



Untuk itu perlu kita ciptakan lingkungan hidup yang yang indah,nyaman,aman,dan pastinya tidak membosankan. Agar hal tersebut dapat tercapai  maka,kita perlu melakukan beberapa hal diantaranya:

1. Menjaga Kebersihan. Kita dapat menjaga kebersihan dengan cara membuang sampah pada tempatnya,seperti ditunjukkan pada gambar di samping. Dengan membuang sampah kita dapat mendapatkan dua manfaat sekaligus. Pertama kita  memiliki umur panjang(menurut pengamatan 
  semua orang). Kedua kita mendapat pahala,karena KEBERSIHAN SEBAGIAN DARI IMAN. Tapi ada beberapa hal yang perlu kita cermati. Sekarang ada dua macam tempat sampah,yakni tempat sampah berwarna biru dan kuning. Kedua tempat sampah ini memiliki fungsi yang berbeda. 

A.      Tempat sampah warna biru (biasanya Hijau) adalah tempat sampah untuk bahan organik.
Sampah organik atau sampah basah merupakan sampah yang dapat terurai secara alami, artinya bahan 
sampah tersebut dapat membusuk tanpa harus di daur ulang. Sampah organik dihasilkan dari kegiatan rumah tangga seperti proses memasak, pertanian, kotoran hewan, dan sebagainya. Sampah organik ini lebih ramah terhadap lingkungan karena secara alami akan terurasi oleh bakteri.




A.      Tempat sampah wana kuning adalah tempat sampah untuk bahan anorganik.
Sampah anorganik atau sampah kering merupakan sampah hasil industri maupun hasil pengolahan bahan mineral dan minyak bumi. Sampah ini sangat susah terurai oleh alam, sehingga kalau sampai jumlah sampah tersebut menumpuk dalam tanah maka akan mengakibatkan pencemaran tanah dan lingkungan. Contoh sampah non organik diantaranya plastik, kaleng bekas minuman, alumunium, dan sebagainya.

v  Mengadakan Reboisasi atau yang lebih dikenal dengan penanaman hutan kembali. Dengan melakukan reboisasi kita telah menjaga lingkungan hidup kita (secara tidak langsung). Dengan reboisasi kita dapat mendapatkan beberapa manfaat, diantaranya:


Ø  PENCEMARAN LINGKUNGAN
Pencemaran lingkungan (polusi) adalah masuknya bahan-bahan ke dalam lingkungan yang dapat mengganggu kehidupan organisme di dalamnya. Pencemaran terjadi baik secara alami maupun akibat tindakan manusia.
Ini adalah contoh-contoh dari pencemaran air yang ada disekitar kita:
o   Pencemaran tanah
Pencemaran tanah adalah masuknya polutan (bahan pencemar lingkungan) berupan benda cair ataupun benda padat yang mencemari tanah. Polutan yang dimaksut disini adalah  limbah dari kegiatan industri atau kegitan kita sehari-hari. Pencemaran tanah ini membawa dampak negatif yang sangat banyak, seperti  matinya microorganisme, hewan dan t

BANJIR

Banjir merupakan luapan air akibat sungai tidak dapat menampung debit air yang sangat tinggi. Luapan tersebut bisa saja karena arus sungai yang tersumbat oleh sampah atau bisa juga karena curah hujan yang sangat tinggi. sehingga dapat meluap dan menggenangi dataran atau daerah yang lebih rendah di sekitarnya. 
                                     faktor-faktor yang menyebabkan air meluap, diantaranya:
*      Kurangnya daerah resapan air.
*      Penebangan hutan secara liar.
*      Pembuangan sampah di sungai.
*      Pembangunan rumah-rumah di tepi sungai. 
banjir juga dapat terjadi karena murni gejala alam dan dapat juga terjadi karena dampak dari ulah manusia sendiri. Banjir dikatakan sebagai gejala alam murni jika kondisi alam memang mempengaruhi terjadinya banjir, misalnya hujan yang turun terus menerus, terjadi di daerah dataran rendah, dan di lembah-lembah sungai.
Dengan adanya banjir,akan munculbeberapa dampak negative seperti rusaknya tanaman, rusaknya berbagai bangunan hasil budidaya manusia, serta penyakit yang menyerang manusia yang dapat menyebabkan kematian.Kurangnya daerah resapan air mengakibatkan daerah mengalami kekeringan. Sehingga di daerah tersebut terjadi krisis air bersih yang menyengsarakan masyarakat dan membuat ekosistem alam terganggu. Hal tersebut juga bisa mengakibatkan pengikisan tanah oleh air hujan(erosi) dan tanah longsor.
Penebangan hutan secara liar mengakibatkan tanaman semakin sedikit ,  berkurangnya O2dan H2O. Dahulu, Indonesia di kenal dengan sebutan Zamrud Khatulistiwa, tapi sekarang sebutan itu rasanya tidak pantas lagi di sandang oleh negara kita. Hutan yang dulunya lebat, rindang nan hijau sekarang berubah menjadi lahan kering tanpa ada tumbuhan satu pun.  Karena keserakan manusia yang berusaha memenuhi kebutuhannya tanpa memperdulikan lingkungan disekitar sehingga terjadi kerusakan alam.
Pembuangan sampah di sungai  seharusnya tidak di lakukan karena menghambat arus sungai yang pada akhirnya sungai tidak dapat menampung debit air yang tinggi dan luapan air pun terjadi. Apa jadinya jika  sungai  dipenuhi sampah? Tentu saja akan berdampak negative bagi kit misalnya, menjadi sarang penyakit, air yang meluap dsb. Seharusnya sampah di buang di tempatnya dan selanjutnya di bakar atau bisa juga di daur ulang menjadi kerjinan tangan yang bernilai tinggi.
Pembangunan rumah di sungai seharusnya tidak di lakukan karena dapat menghambat aliran sungai, peluang terjadinya erosi, mempersempit sungai dan membahayakan penduduk yang tinggal di daerah tersebut.
Sebagai contohnya yaitu Kota Jakarta. Kota yang padat penduduk dan padat pemukiman kini telah di landa banjir akibat luapan air sungai ciliwung yang di penuhi sampah. Hal itu terjadi karena penduduknya sendiri yang memenuhi hasrat hidup mewah tanpa ada peduli lingkungan sedikit pun. Luapan air menggenangi gedung-gedung, Mall, rumah dan juga ruko.
Ok, jangan sampai wilayah kita jadi seperti itu ya…….! Mulai sekarang kita harus bisa menjaga dan merawat lingkungan kita. Berbagai cara dapat kita lakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan kita, diantaranya :
Ø  Menanam pohon minimal 2
Ø  Membuang sampah pada tempatnya
Ø  Mengadakan reboisasi
Ø  Tidak membuang sampah di sungai
Ø  Tidak membangun rumah di tepi sungai
Sudah sepatutnya lingkungan kita jadikan sahabat, apabila kita merusaknya lingkungan tidak akan pernah bersahabat dengan kita. Kita harus bisa berfikir maju untuk memecahkan masalah yang timbul akibat kerusakan alam. Apabila lingkungan kita tetap terjaga kita bisa hidup tenang, tentram dan nyaman. Sebaliknya apabila lingkungan rusak kita tidak akan hidup tenang, kekurangan oksigen dan air, suhu menjadi panas dll. 

 Faktor-faktor lain penyebab banjir :
a.     Penggundulanhutan,
b.    Pembangunan pemukiman
c.  Kondisi alam yang bersifat tetap
d.  Curah hujan yang tinggi
e.  Pendangkalan dasar sungai
f.  Terjadinya pembendungan
g.  Penurunan muka tanah atau ambles
h.  Tidak adanya saluran-saluaran air


Minggu, 10 Februari 2013


PENTINGNYA MANGROVE
BUAT KITA DAN DUNIA


            Mangrove atau Bakau adalah nama sekelompok tumbuhan dari marga Rhizophora, suku Rhizophoraceae. Tumbuhan ini memiliki ciri-ciri yang menyolok berupa akar tunjang  yang besar dan berkayu, pucuk yang tertutup daun penumpu yang meruncing, serta buah yang berkecambah serta berakar ketika masih di pohon (vivipar). Pohon bakau juga memiliki banyak nama lain seperti tancang, tanjang ,tinjang, bangko,) kawoka, wako, jangkar dan lain-lain.
Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu.
Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik karena adanya pelumpuran
tadi yang mengakibatkan kurangnya aerasi tanah; salinitas tanahnya yang tinggi; serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini, dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi.
Fungsinya sangat banyak, antara lain adalah…
1. Fungsi Fisik
  • Menjaga garis pantai
  • Mempercepat pembentukan lahan baru
  • Sebagai pelindung terhadap gelombang dan arus
  • Sebagai pelindung tepi sungai atau pantai
  • Mendaur ulang unsur-unsur hara penting
2. Fungsi Biologi -Nursery ground, feeding ground, spawning ground, bagi berbagai spesies udang, ikan, dan lainnya -Habitat berbagai kehidupan liar
3. Fungsi Ekonomi
  • Akuakultur
  • Rekreasi
  • Penghasil kayu
Hutan mangrove mempunyai manfaat ganda dan merupakan mata rantai yang sangat penting dalam memelihara keseimbangan biologi di suatu perairan. Selain itu hutan mangrove merupakan suatu kawasan yang mempunyai tingkat produktivitas tinggi. Tingginya produktivitas ini karena memperoleh bantuan energi berupa zat-zat makanan yang diangkut melalui gerakan pasang surut.
Keadaan ini menjadikan hutan mangrove memegang peranan penting bagi kehidupan biota seperti ikan, udang, moluska dan lainya. Selain itu hutan mangrove juga berperan sebagai pendaur zat hara, penyedia makanan, tempat memijah, berlindung dan tempat tumbuh.
Hutan mangrove sebagai pendaur zat hara, karena dapat memproduksi sejumlah besar bahan organik yang semula terdiri dari daun, ranting dan lainnya. Kemudian jatuh dan perlahan-lahan menjadi serasah dan akhirnya menjadi detritus. Proses ini berjalan lambat namun pasti dan terus menerus sehingga hasil proses pembusukan ini merupakan bahan suplai makanan biota air.
Turner (1975) menyatakan bahwa disamping fungsi hutan mangrove sebagai ‘waste land’ juga berfungsi sebagai kesatuan fungsi dari ekosistem estuari yang bersifat:
1.       Sebagai daerah yang menyediakan habitat untuk ikan dan udang muda serta biota air lainnya dalam suatu daerah dangkal yang kaya akan makanan dengan predator yang sangat jarang.
2.      Sebagai tumbuhan halofita, mangrove merupakan pusat penghisapan zat-zat hara dari dalam tanah, memberikan bahan organik pada ekosistem perairan. Merupakan proses yang penting dimana tumbuhan menjadi seimbang dengan tekanan garam di akar dan mengeluarkannya.
3.     Hutan mangrove sebagai penghasil detritus atau bahan organik dalam jumlah yang besar dan bermanfaat bag! mikroba dan dapat langsung dimakan oleh biota yang lebih tinggi tingkat. Pentingnya ‘detritus food web’ ini diakui oleh para ahli dan sangat berguna dilingkungannya. Detritus mangrove menunjang populasi ikan setelah terbawa arus sepanjang pantai.
Lingkungan Hidup

Lingkungan Hidup adalah segala sesuatu yang berguna dengan memberikan manfaat yang ada disekitar kita berupa makhluk hidup. Dalam hal ini, lingkungan hidup tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat. Lingkungan Hidup merupakan hal yang sangat pokok, dan akhirnya banyak masyarakat yang hanya menggantungkan hidupnya dari apa yang dihasilkan oleh alam semesta ini.
Sebagian besar masalah yang mereka hadapi saat ini adalah GLOBAL WARMING. Sebenarnya, peran serta masyarakat sangat diperlukan. Perlu kerjasama masyarakat untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Misalnya saja, melakukan hal yang kecil dengan cara mengadakan penghijauan tumbuhan dilingkungan sekitar. Diperlukan juga pola pandang baru terhadap pengelolaan lingkungan. Sehingga dapat dimanfaatkan dengan baik.